Bayang
bayang kelam mulai berdatangan
Gelap
bagaikan mawar diantara gumpalan tinta
Berontak
terang jadi kusam
Suram
berkeliaran
Menjelajah
jurang yang penuh dengan bangkai malam
Gelisah
seperti gundah
Susah
semakin berontak
HANGAT
Ia mendapat
bongkahan jati diri
Hidup di
tengah kunang-kunang malam
Tapi
rembulan gantikan dingin malam jadi hangat siang
Tenang
mendadak bergelut dengan ribut malam
Cahaya jiwa
mulai benderang
Takkan
membuat jiwa ini menjadi gersang
Teriak hati
yang mulai meledak
Takkan
sanggup ku hempaskan di tanah
Hangat tak
juga deras
perlahan
mengalir dari pengkolan
Jerjak
semayam
Jerjak si
naga bonar
Berputar
putar selangkah demi selangkah
Memanjat
keheningan
Mencapai
puncak keakraban
dan memetik
sejuntai harapan
Kupersembahkan
seekor rembulan
yang
melindungi mutiara di dalam pegunungan
kota tua,
2015
0 komentar:
Post a Comment