Thursday, December 31, 2015

Puisi-"Rembulan Di Atas Jembatan"


Bayang bayang kelam mulai berdatangan
Gelap bagaikan mawar diantara gumpalan tinta
Berontak terang jadi kusam
Suram berkeliaran
Menjelajah jurang yang penuh dengan bangkai malam

Gelisah seperti gundah
Susah semakin berontak

HANGAT

Ia mendapat bongkahan jati diri
Hidup di tengah kunang-kunang malam

Tapi rembulan gantikan dingin malam jadi hangat siang
Tenang mendadak bergelut dengan ribut malam
Cahaya jiwa mulai benderang

Jejak musang yang berkeliaran readmore-klikjudul

Takkan membuat jiwa ini menjadi gersang

Teriak hati yang mulai meledak
Takkan sanggup ku hempaskan di tanah

Hangat tak juga deras
perlahan mengalir dari pengkolan
Jerjak semayam
Jerjak si naga bonar
Berputar putar selangkah demi selangkah
Memanjat keheningan
Mencapai puncak keakraban
dan memetik sejuntai harapan
Kupersembahkan seekor rembulan
yang melindungi mutiara di dalam pegunungan

kota tua, 2015

0 komentar:

Post a Comment