Pagi-pagi sekali aku bangun untuk solat shubuh di masjid depan rumahku. Pagi ini udara sangat dingin. Tetapi karena aku sudah terbiasa, badanku tidak menggigil lagi. Bahkan saat mengambil air yang bersuhu sekitar 4 derajat celcius. Aku merasa tidak kedinginan.
Hari ini adalah hari yang sangat spesial bagiku. Karena hari ini aku akan menjadi seorang pelajar Indonesia. Aku sangat senang. Karena aku juga telah di sediakan baju seragam oleh ibuku. Kemarin sore readmore-klikjudul
. Tidak bukan di belikan. Tepatnya, di berikan oleh tetanggaku. Meski sudah ada koyak sana sini. Tetapi itu bisa di jahit oleh ibuku semalam.
Ya maklumlah, aku dan ibuku telah lama di tinggal oleh ayahku yang seorang perantauan. Ntah kapan dia akan kembali. Tetapi dia telah mengucapkan kata janji kepada ibuku. Aku tidak tahu persis. Tetapi, kata ibuku sebelum aku lahir dia telah meninggalkan kami berdua.
Jujur, aku sangat iri dengan teman-teman di sekitar lingkungan rumahku. Bukan karena mereka kaya, punya banyak mainan, ataupun hidup di dalam rumah yang termasuk lengkap fasilitasnya. TV, AC, bahkan Mobil sekalipun. Aku tidak iri dengan itu. Tetapi aku iri saat mereka berpelukan bersama ayahnya. Ya,, aku sangat merindukan itu. Terlebih lagi, saat mereka pergi bersama ke masjid bersama-sama.
Sungguh enak punya seorang ayah. Tetapi apa daya ku. Yang hanya bisa berharap ayahku akan pulang. Mengetuk pintu. Dan segera memeluk dan mencium pipiku. Dan melihat senyuman ibuku yang telah tersendat oleh rindu dan harapannya. Huh,, mungkin itu hanya sebuah mimpi. Tapi, aku tahu. Masih ada kemungkinan jika itu tejadi.
***
Yups,, sudah siap. Tas, dan isinya. Sepatu yang agak usang. Dan baju yag telah di rapikan oleh ibuku. Aku tak tahu seberapa besar semangatku hari ini. Mungkin sebesar gunung. Atau sedalam lautan. Atau juga seukuran dengan besar bumi ini. Yang penting aku sangat bahagia. Bisa masuk kedalam kelas. Dan mencapai cita-citaku.
Hentakan kaki ku membuat ibuku tersenyum lebar. Ibuku juga merasakan bahwa ada yang meledak dalam diriku. Itulah semangatku. Semangat pelajar ku. Di jalan ibuku tersenyum lebar. Sambil sesekali menyapa ibu-ibu yang duduk di warung, atau di tukang sayur jalanan.
Ya, siapa yang tidak kenal ibuku di sini. Seorang ibu berumur 35 tahunan. Dan hanya mempunyai sebuah mata satu. Karena satunya lagi tidak ada. Aku tidak tahu kenapa. Sejak aku kecil. Aku telah capek mananyakan hal yang sama. Tetang mata ibuku yang hanya satu. Tapi jawabannya sama saja. “jika tiba saatnya kau akan tahu nak”
Akhirnya aku dan ibuku samapai di depan gerbang Sekolah Dasar. Sebenarnya aku sudah tidak asing dengan sekolah ini. Karena hampir setiap hari aku ke sini. Menemani ibuku berjualan gorengan. Saat ibuku berjualan gorengan aku juga sesekali masuk dan melihat suasana bagaimana belajar.
Saat di depan gerbang ibuku tidak menghantarkanku masuk ke kelas. Ibuku telah memerintahkanku bahwa aku harus masuk sendiri di ruangan 3. ya,, aku juga sudah hapal dengan ruangan yang ada disekolah ini. Jadi saat aku masuk, ibuku telah mengambil tempat seperti biasanya.
***
Yups,, hari pertama sekolahku berjalan dengan lancar. Tadi aku bertamu dengan kawan-kawan baru. Tetapi tidak sedikit juga kawan-kawan di rumahku masuk kesini. Rata-rata, anak-anak di lingkungan rumahku berusia sama dengan ku.
Hari ini aku juga cepat pulang. Karena saat ini di sekolah sedang ramai, gorengan ibuku cepat habis. Biasanya, jam 4 sore kami baru pulang. Karena satu-satunya pendapatan ibuku adalah dari jualan ini. Jadi kami harus memastikan gorengan ibuku sampai habis. Baru kebutuhan sehari-hari kami tercukupi. Tetapi terkadang juga ada tagihan yang lain. Seperti sewa rumah, dan listrik Sehingga kami harus mengutang dengan orang lain.
Waktu demi waktu berlalu. Tidak terasa aku sudah 3 tahun di sekolah ini. Sehingga.....bersambung....
tunggu part 2 nya...

lagi asik asik baca ehh ternyata ada part 2 nya wkwk . jadi gasabar nunggu part 2 nya
ReplyDeleteoke gan, makasih di tunggu BW selanjutnya gan.. hehe :)
Deletekeren tulisannya bro:) ane tnggu part 2 nya ;)
ReplyDeleteoke makasih gan. di tunggu juga BW selanjutnya gan
DeleteLanjutinnya ceritanya... ditunggu lho... penasaran sama mata ibunya itu.
ReplyDeleteSemangat terus nulisnya. Keren emang nih...
iya zah
Deletehaduh kenapa mesti ada part 2 nya gan bikin penasaran aja dah hhuuhuhu
ReplyDeletehaha,, iya gan. tunggu part 2 nya ya
Deletecerpenya keren
ReplyDeletethanks gan
Deletenunggu part 2 om
ReplyDeletewoke gan, tunggu yo,
ReplyDeleteBagus tuh cerpen nice post
ReplyDeletethanks gan
Deletebagus...ceritanya natural...kalau bisa ditambah kata kiasan biar lebig ngeh.. :)
ReplyDeletemakasih masukannya
DeleteMantap,,
ReplyDeleteSangat berbakat,,
Semoga sukses yaak,,
This comment has been removed by the author.
Deleteamin, makasih kk
Deletevery touchy, nice story
ReplyDeletethank you
DeleteNice story... Kembangkan trus gan
ReplyDeletethanks gan, insyaallah
Deletekeren kisahnya bro, bwt dtggu update nya (y)
ReplyDeleteoke bro..
DeleteNice story, dilihat dari judulnya, seperti ceritanya sangat menyedihkan ya, dan maaf, juga kasar sekali.. :)
ReplyDeleteiya gan, tunggu endingnya ya
Delete